Berpegangan tangan atau bersalaman konon kata orang berasal dari kebiasaan simpanse. Monyet terpandai ini biasanya mengulurkan tangan minta ijin mengambil makanan di `dapur umum` kelompok simpanse. Sebagai jawabannya, kepala kelompok, biasanya yang tertua, juga akan mengulurkan tangan, mengajak berjabat tangan tanda setuju. Setelah itu baru boleh makan.
Di Negara-Negara Arab
Orang Arab bertemu, mereka akan saling menyapa dengan cara menempelkan hidung mereka sambil bertukar kata penuh harapan, seperti, "Semoga hari ini hari baikmu!" atau "Hanya kehendak Allah-lah yang terjadi!" serta "Semoga Allah memberkatimu!".
Di polandia
Kebiasannya hampir sama. Mereka saling menyapa dengan mengatakan, "Terpujilah Tuhan Yang Maha Besar!"
Di Cina
Bila dua orang cina bertemu, mereka akan menangkupkan kedua kepalan tangannya sambil menggerak-gerakannya dan sedikit menundukkan kepala, lalu mengucapkan, "Tsin, tsin!". Kebiasaan lain adalah langsung bertanya ke soal makan seperti, "Kau sudah makan nasi?" atau "Apakah perutmu sudah kenyang?"
Di Eropa
Orang Italia menyapa dengan melambaikan tangan dan cukup dengan berkata, "Apa kabar?". Sedang orang Jerman tak begitu suka dengan basa-basi. Tapi kadang mereka hanya bertanya, 'Bagaimana kabarmu?" Kalau bangsa Inggris lain lagi, mereka akan bertanya tentang keluarga atau tentang pekerjaan.
Di Yunani
Mungkin aneh, tapi kebiasaan orang Yunani ini barangkali sangat dipengaruhi oleh alam yang dikelilingi lautan, yaitu menyemprotkan air di kepala. Pelan, tentu saja, dan menyenangkan karena cukup memberi kesegaran di tengah cuaca yang sedang panas menyengat.
Di Jepang
Bila dua orang jepang bertemu, mereka akan berhenti sebentar sambil membungkukkan badan rendah-rendah untuk saling menyapa. Kalau bertemu di dalam rumah, mereka akan mencopot sepatu kain sebelum membungkuk, kemudian duduk di atas tikar `tatami` untuk minum teh.
Di Ghana
Kaum wanita di tanjung emas ini biasanya menggunakan sisir yang berbentuk seperti garpu, bergigi dua dan runcing. Nah, kalau bertemu kawan, mereka akan mencabut sisir dari rambut, mengangkatnya sambil melambai-lambaikan. Mungkin ini mengikuti kebiasaan orang Eropa yang melambaikan topinya bila bertemu kawan
Di Mesir
Dulu orang Mesir akan mengangkat kedua tangannya kalau bertemu kawan. Karena daerah ini panas sekali, maka keringat merupakan bahan pembicaraan utama dalam setiap perjumpaan. "Bagaimana keadaanmu?", "Sudah berkeringat?", atau "Keringatmu keluar banyak?".
Di Tibet
Kebiasaan yang agak aneh juga. Bila berjumpa dengan teman, orang Tibet akan menjulurkan lidahnya keluar sambil menempelkan hidungnya ke hidung kawan. Tapi kita jangan meniru kebiasaan ini ya ... hik!
Di Chili
Ini baru benar-benar menghormati kawan. Di daerah Cape Hora, Chili bagian selatan, ada kebiasaan siapa yang lebih muda harus menghormati yang lebih tua atau yang dimuliakan dengan tiarap di depannya sambil mencium kakinya!
Di Soviet
Di Filipina
Di Kepulauan Micronesia, penduduk aslinya biasanya akan mengangkat kaki ke atas ke muka kawan. Ini kalau kawan dekat. Tapi jangan coba-coba melakukannya terhadap orang tua atau yang dihormati.
Semua itu adalah kebiasaan masa lalu. Sekarang, bila saling bertemu cukup dengan bersalaman saja. Tahu tidak, seorang bangsa Perancis bernama Jean Claude Antoin memecahkan rekor bersalaman dengan 15.162 orang dalam 9 jam! (Dikutip dari Majalah Anak Mentari/Gambar hanya sebagai ilustrasi dan bukan yang sebenarnya)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar