Terjemahan

Senin, 29 Juli 2013

Hizib

Hizib adalah doa khusus. Ada banyak jenis hizib. Di antaranya adalah Hizib Nashr, Hizib Jaelani, Hizib Autad , Hizib Ghozali, Hizib Bahri, Hizib Ta'awudz. Hizib Al Hikmah, Hizib Sakhar, Hizb Saifi, Hizib Khafy dan lain-lain. Di antara hizib-hizib tersebut, konon yang paling populer adalah Hizib Nashr. Kepopuleran hizib ini disebabkan karena setiap ada kejadian besar, hizib ini diijazahkan secara ammah (umum) untuk diamalkan secara bersama-sama. Tujuannya untuk meminta pertolongan Tuhan.

Pada dasarnya, setiap hizib mempunyai keiistimewaan masing-masing. Hizib Ghozali mempunyai keistimewaan untuk melapangkan rezeki, cita-cita agar terkabul, membangkitkan ilmu Laduni (ilmu tanpa belajar dan langsung diberikan Allah SWT) dan untuk menyelesaikan masalah penting dengan cepat. Diibaratkan, doa biasa adalah surat dengan peranko biasa, tapi hizib atau doa khusus adalah surat dengan perangko kilat atau khusus, maka akan sampai ke tempat tujuan.

Adapun Hizib Al Hikmah, keistimewaannya adalah untuk pagar badan, keselamatan diri, kemantapan hati dalam menghadapi masalah apa pun dan keistimewaan lainnya yang menakjubkan!

Lain lagi dengan keistimewaan Hizib Khafy, selain berguna agar dimuliakan dan dihormati orang, keselamatan dari segala marabahaya, juga berguna untuk mengalahkan musuh. Caranya cukup dengan membaca hizib tersebut  sekali lalu memukulkan lutut ke tanah 3 kali, dijamin musuh tidak bisa bergerak sedikit pun!

Sedang keistimewaan Hizib Nashr adalah untuk menangkis dan memukul musuh dengan kekuatan dahsyat, kekebalan serta kewibawaan.

Lain lagi dengan keisitmewaan Hizib Jaelani atau hizib Al Autad. Selain untuk kekebalan, juga berguna untuk ketentraman jiwa, menyatukan atau mendamaikan perselisihan, melancarkan rezeki, menarik cinta kasih (mahabah) juga untuk mengabulkan hajat.

Adapun masalah kekuatan hizib adalah berbeda-beda. Kekuatan yang tertinggi adalah yang tidak bersifat menyerang atau melukai, melainkan justru menyadarkan. Hizib jenis ini hanya dimiliki oleh para wali. Hizib memiliki kekuatan karena di dalamnya terdapat khodam. Bisa berupa jin atau malaikat.

Dan bukti nyata bahwa hizib memiliki kekuatan ghoib adalah ketika terjadi pencurian yang merajalela di sebuah pesantren. Banyak barang-barang dan uang para santri yang hilang dan tidak diketahui pencurinya. Maka dengan kekuatan hizib, si pencuri dapat dengan mudah ditangkap, yang tak lain adalah salah seorang santri pesantren yang dimaksud. Kondisi santri tersebut sangat mengenaskan. Dari telinga dan hidungnya mengeluarkan darah. Bukan disebabkan oleh kekerasan fisik, melainkan oleh kekuatan yang keluar dari hizib yang telah diamalkan.

Seperti halnya dengan ilmu hikmah atau ilmu ghoib di mana untuk memilikinya harus dengan ijasah seorang guru, maka untuk memiliki hizib harus dengan ijasah seorang guru pula.

Senin, 22 Juli 2013

Tuah Waktu Kelahiran

Menurut orang-orang waskita jaman dulu, nasib dan keberuntungan manusia bisa dilihat dari waktu kelahirannya. Jika di Jawa bisa dilihat dari wetonnya, di Eropa bisa dilihat dari zodiaknya dan di Cina bisa dilihat dari Shionya. Sedangkan di jazirah Arab, nasib dan keberuntungan manusia bisa dilihat dari saat ia dilahirkan.

Orang yang dilahirkan di saat shubuh, insya-Allah semua pekerjaannya sukses, bisnisnya besar dan banyak harta.

Hal ini berbeda dengan orang yang dilahirkan pada saat matahari terbit. Ia seorang yang dalam semua hal harus mencari dan dan tidak akan memperoleh, kecuali sekedar apa yang dicarinya itu.

Sementara orang yang dilahirkan pada saat dhuha, diyakini bahwa orang tersebut akan mengalami kesulitan dalam hal rezeki. Ia sulit mendapat rezeki sehingga hidupnya miskin.

Sedangkan orang yang dilahirkan pada saat duhur, ia sangat menonjol di antara keluarganya dan derajatnya tinggi. Orang itu memiliki kehormatan.

Hal serupa juga berlaku untuk orang yang dilahirkan pada saat ashar. Orang yang dilahirkan pada saat ashar adalah orang yang terpelihara, baik dari segi kehormatan maupun rezeki. Ia menjadi orang yang mulia di antara saudara-saudaranya dan bisa menjadi kebanggan keluarga.

Sementara orang yang dilahirkan pada saat maghrib, orangnya kurang stabil. Ia cepat senang, tapi juga cepat sedih dan ia mudah marah. Tapi dalam urusan rezeki, ia tidak akan mengalami masalah.

Adapun orang yang dilahirkan saat isya', ia memliki perangai terpuji. Ia seorang yang pemurah dan pandai menjaga kehormatan dirinya.

Lain lagi orang yang dilahirkan saat akhir malam. Orang yang dilahirkan pada saat itu, adalah orang-orang yang memliki kualitas spiritual yang prima. Orang-orang ini diyakini doanya mudah diterima, senang dan tekun melakukan ibadah.

Namun harus diingat bahwa semua ketentuan itu adalah garis awalnya. Jadi, bisa berubah karena pengaruh lingkungan, pendidikan dan kepercayaan diri. Tapi yang terpenting dan harus diyakini adalah bahwa semuanya itu dalam kekuasaan Tuhan. Jadi, semua yang menentukan adalah Tuhan.

Minggu, 21 Juli 2013

Gara-Gara Hati Ayam Goreng

Sampai sekarang tidak ada yang tahu kucing itu milik siapa. Dia datang begitu saja. Sudah seminggu kucing itu tinggal di rumahku. Saat kucing itu datang, aku langsung menyukainya. Bulunya putih bersih dan tubuhnya gendut. Aku ingin memeliharanya, tapi sayang, Mama tidak setuju.

"Kamu ingat tidak kucing Bu Iwan? Coba pikir, bagaimana jika kucing itu seperti kucing Bu Iwan?"

Kucing Bu Iwan, tetangga sebelah, memang nakal dan menjengkelkan. Kucing itu sering masuk ke rumahku dan kencing di sembarang tempat. Bahkan, tidak jarang mencuri ikan goreng di atas meja makan.

"Tapi kucing ini nampak lain, Ma. Lihat, Ma ... dia jinak sekali ...," aku terus membujuk Ibu agar diperbolehkan memelihara kucing itu.

Hati Mama akhirnya luluh juga. "Baiklah.Mama izinkan kamu memelihara kucing itu. Tapi dengan syarat, kucing itu tidak boleh seperti kucing Bu Iwan. Jadi, jika ternyata nanti kucing itu seperti punya Bu Iwan, Mama akan membuangnya!"

Aku sangat girang. Kemudian kucing itu kuberi nama Manis. Aku sangat sayang padanya. Begitu sayangnya, sampai aku sering lupa waktu kalau sudah bermain-main dengan Manis. Bila bermain, salah satunya dengan menggunakan sebatang sapu lidi. Ujung sapu lidi itu aku gerakkan memutar-mutar dan Manis mengejarnya. Semakin cepat gerakan sapu lidi di tanganku, makin cepat pula Manis mengejarnya. Ketika gerakanku berhenti, Manis juga ikut berhenti mengejar. Tapi, tubuh Manis jadi sempoyongan kemudian terkapar di lantai dengan nafas ngos-ngosan. Aku tertawa geli melihatnya.

"Adiii ... ganti baju dulu lalu makan!"

"Sebentar, Ma," sahutku saat sedang bermain-main dengan Manis. Sejak ada Manis, sepulang sekolah aku memang lebih suka langsung bermain-main dengan Manis, daripada ganti baju dan makan terlebih dahulu.

"Tadi Ibu menggoreng hati ayam!"

Aku menghentikan permainanku. "Sungguh, Ma?"

"Sudah, sekarang ganti baju seragammu dulu. Hati ayam gorengnya Mama taruh di atas meja makan. Jangan dihabiskan, bagi dengan Kak Ida."

"Asyiiik!"

Aku makan dengan lahap. Aku memang suka makan dengan lauk hati ayam goreng. Aku lebih suka makan lauk itu hanya dengan nasi putih saja. Tapi ...dua potong rasanya masih kurang. Aku ingin menyantap yang dua potong lagi. Aku berpikir sejenak ... Ah, biar saja kuhabiskan sekalian! Kalau Mama dan Kak Ida bertanya, aku tinggal bilang Manis telah mencurinya. Beres! Maka ... nyam, nyam, nyam! Dua potong hati ayam goreng masuk ke perutku lagi.

"Maaa ... hati ayam gorengnya di mana? Ini cuma ada ampela!" teriak Kak Ida sepulang sekolah.

Mama keluar kamarnya menuju ruang makan. Beliau heran, dua hati ayam goreng bagian Kak Ida tidak ada di piringnya.

"Ah Mama ... mana berani Adi melakukannya, itu kan bagian Kak Ida," jawabku ketika Mama menanyakannya. "Mungkin saja telah dimakan Manis!"

"Apa!? Kucing jelek! Kalau tidak dihajar, bisa makin kurang ajar kucing itu nanti!" Kak Ida marah-marah. Ia lalu mengambil sapu untuk menghajar Manis.

"Sudah, sudah Ida," larang Mama. "Sekarang makan dulu dengan ampela. Besok Mama belikan lagi ..."

Aku merasa lega karena Kak Ida dan Mama tidak lagi mempermasalahkan hati ayam goreng yang raib di tempatnya.

Sepulang sekolah, setelah mengganti baju dan makan kenyang, aku ingin bermain-main dengan Manis. Tapi aku tidak menemukan Manis di dalam rumah. Mungkin Manis lagi berada di luar rumah. Ah, biar saja. Sekarang enakan baca buku  yang tadi kupinjam dari Amin di kamar. Tak lama aku membaca, kudengar Kak Ida pulang dari sekolah.

"Mamaaa ... hati ayam gorengnya di mana?!" terdengar teriakan Kak Ida dari ruang makan. "Pasti kucing jelek itu yang mencurinya lagi ..."

Sangat jelas suara Kak Ida yang lagi marah-marah. Mama berusaha menenangkannya. "Adiii!" teriak Mama kemudian.

Aku bergegas memenuhi panggilan Mama. "Ada apa, Ma?"

"Hati ayam goreng bagian Kak Ida hilang lagi, jangan bilang Manis yang memakannya ..."

"Ya tapi siapa lagi, Ma?"

"Nggak mungkin! Nggak mungkin Manis yang memakannya. Manis sudah Mama buang jauh ..."

"Hah!? Kok tega sih, Mama?"

"Bukankah sudah Mama bilang dari awal, jika ternyata Manis nakal, Mama akan membuangnya ..."

"Tapi ... tapi ... Manis tidak bersalah, Ma. Sebenarnya ... sebenarnya ... yang menghabiskan bagian Kak Ida Adi."

"Apa!?" pekik Kak Ida. "Rakus banget sih kamu!"

Mama menggeleng-geleng. "Kenapa kamu serakah sekali? Lihat, karena keserakahanmu Manis yang jadi korban ..."

Aku sedih dan menyesal sekali. Maafkan aku ya Nis ... 

Sabtu, 20 Juli 2013

Ketika Dewi Pingsan

Namanya Pak Bronto. Lelaki setengah baya itu bertubuh tinggi besar dan brewokan. Ia tinggal di rumah seberang jalan, di depan rumah Dewi. Beberapa tahun lalu ia melakukan kejahatan yang kemudian membuatnya terjeblos dalam penjara. Merampok! Dan dua hari lalu ia bebas.

Dewi merasa was-was. Sementara Ayah dan Ibu masih berada di kantor, di rumah ia hanya tinggal berdua dengan Mbok Nah. Jika Pak Bronto punya niat jahat, apa yang bisa ia dan Mbok Nah perbuat? Apalagi, konon dalam melakukan kejahatannya, Pak Bronto tak segan-segan bertindak kasar kepada korbannya. Dewi makin ngeri saja pada lelaki itu.

Itulah yang membuat Dewi tidak berani tinggal di rumah. Sepulang sekolah, setelah mengganti pakaian seragam dan makan, ia segera pergi ke rumah Desy, teman sebangkunya di kelas. Ia baru berani pulang sore hari, ketika Ayah dan Ibu sudah pulang kerja.

"Kalau Pak Bronto memang punya niat jahat, bukankah tindakanmu ini akan membuatnya leluasa untuk melakukan kejahatan?" tanya Mas Anton, kakak Desy. "Menurut Kakak, kamu pulang saja. Tunggui rumah. Kalau tidak berani, biar Kakak yang menemani. Jangan takut, kalau Pak Bronto macam-macam, Kakak yang akan menghadapinya!"

Kata-kata Mas Anton sangat meyakinkan Dewi. Nampaknya Mas Anton memang bisa diandalkan. Selain tubuhnya juga tinggi besar, Mas Anton jago karate. Kata Desy, sekarang kakaknya itu sudah menyandang sabuk hitam. Sabuk tingkat tertinggi dalam seni beladiri.

"Kenapa kamu berpikiran buruk begitu pada Pak Bronto?" tanya Ayah, setelah tahu alasan Dewi yang tidak berani tinggal di rumah hanya bersama Mbok Nah. "Kekhawatiranmu itu sangat berlebihan. Pak Bronto memang pernah berbuat jahat, tapi apa hanya karena itu ia harus selalu dicurigai? Siapa tahu Pak Bronto sekarang sudah berubah."

"Benar, Wi," sahut Ibu. "Kita tidak boleh menilai seseorang hanya dari masa lalunya."

Dewi hanya diam. Dalam hati  membenarkan ucapan Ayah dan Ibu. Tapi entah kenapa rasa takut itu masih saja menghinggapi perasaannya.

Sebuah mobil box berhenti di depan rumah Dewi. Dua orang lelaki keluar dari mobil itu dan memasuki halaman rumah Dewi. Kepada Mas Anton mereka mengaku dari sebuah perusahaan elektronik. Kedatangan mereka untuk memperkenalkan produk terbaru perusahaannya.

"Mari silakan masuk," kata Mas Anton kepada dua orang lelaki itu.

Namun, baru beberapa langkah masuk ke dalam rumah, salah seorang dari mereka tiba-tiba menyergap Mas Anton dari belakang sambil menyumbat mulut dan hidung Mas Anton dengan saputangan. Hanya sesaat Mas Anton berusaha berontak, saat berikutnya ia terkulai lemas dan tidak sadarkan diri. Orang itu membius Mas Anton dengan obat bius.

"Diam jika ingin selamat!" ancam temannya sambil menempelkan ujung belati di leher Dewi. Tubuh gadis kelas 6 itu langsung gemetar ketakutan.

Mbok Nah yang tiba-tiba muncul dari belakang setelah mendengar keributan di ruang depan, langsung disergap. Ia juga terkulai tak sadarkan diri tak jauh dari Mas Anton, setelah mulut dan hidungnya disumbat dengan saputangan. Selanjutnya Dewi tak tahu apa yang kemudian terjadi, seusai orang yang mengancamnya dengan belati membiusnya.

Setelah siuman, Dewi mendapati dirinya terbaring di ranjang kamarnya. Wajahnya nampak kebingungan. "Kenapa saya?" gumamnya.

"Seseorang telah membuatmu pingsan," jawab Ayah yang duduk di tepi ranjang. "Untung ada Pak Bronto. Kalau tidak entah apa jadinya."

Dewi menoleh kepada Pak Bronto yang duduk di kursi di dekat Ayah.

"Tadi ketika bapak pulang dari pasar, bapak melihat ada mobil di rumah Dewi,' kata Pak Bronto. "Seorang lelaki yang tidak bapak kenal keluar dari rumah Dewi sambil membawa televisi dan emamsukkannya ke dalam mobil itu. Bapak jadi curiga, lalu masuk ke rumah Dewi. Waktu bapak bertanya kepada orang itu, bukannya menjawab, orang itu dibantu temannya langsung menyerang bapak. Untung bapak bisa membela diri. Mereka berhsil bapak ringkus. Mereka bermaksud menguras semua barang berharga yang ada di rumah Dewi ..."

Sekarang Dewi ingat semuanya. "Gimana dengan Mas Anton dan Mbok Nah?"

"Mereka sudah siuman. Mas Anton sudah pulang," jelas Ayah.

Terdengar mobil berhenti di depan rumah Dewi. Pak Bronto keluar untuk melihat siapa yang datang. Sebentar kemudian ia kembali lagi bersama dua orang polisi.

Ayah nampak heran dengan kedatangan dua orang polisi itu. "Ada apa, Pak?" tanyanya seraya berdiri.

"Kami mendapat tugas untuk menangkap saudara Anton," jawab salah seorang polisi.

Dewi, Ayah dan Pak Bronto terkejut. Mereka saling pandang.

"Memang kenapa, Pak?" Ayah yang bertanya.

"Setelah kami interogasi, kedua pemuda itu mengaku bahwa yang mereka lakukan adalah inisiatif saudara Anton. Sekarang di mana dia?"

Ayah menjelaskan siapa sebenarnya Anton. Selanjutnya Ayah mengantar kedua polisi itu ke rumah Anton. Tapi Anton tidak ada di rumah. Menurut keterangan ibunya, setelah pulang dari rumah Dewi, Anton segera pergi lagi.

Sekarang Dewi tahu siapa sebenarnya Mas Anton. Mas Anton yang dianggapnya baik ternyata berhati jahat. Sebaliknya, Pak Bronto yang selalu dicurigainya, ternyata justru menjadi penolongnya. Dewi merasa malu telah berprasangka buruk pada Pak Bronto. (Gambar hanya sebagai ilustrasi dan bukan yang sebenarnya)

Kamis, 18 Juli 2013

Presiden Yang Suka Menangis

Obahno adalah seorang presiden negara Nesia. Beliau sangat dicintai rakyatnya, sebab memiliki sifat adil dan bijaksana serta peduli pada nasib wong cilik. Tapi ada satu hal yang tidak berkenan di hati rakyatnya, Presiden Obahno sangat cengeng. Mudah menangis! Sedikit saja ada yang menyentuh perasaannya, maka segera bercucuran airmata. Kalau saja beliau orang kebanyakan, rakyat Nesia tak akan peduli, tapi beliau adalah seorang kepala negara.

Banyak kejadian yang membuat Presiden Obahno menangis. Salah satunya adalah saat tertangkapnya seorang penjahat yang sangat meresahkan warga ibukota. Ketika penjahat itu akhirnya dimasukkan ke dalam penjara, Presiden Obahno menangis tersedu-sedu. Padahal sebelumnya, beliau telah mengeluarkan sayembara bahwa barang siapa yang dapat menangkap penjahat itu, hidup atau mati, akan mendapat hadiah besar.

"Saya bukan menangisi orang itu, tapi saya menangisi keluarganya," jawab Presiden Obahno, ketika Ibu Negara menanyakan kenapa beliau menangis. "Dia punya keluarga. Kalau dia dipenjara, bagaimana dengan nasib anak istrinya? Siapa yang akan menghidupi mereka?"

Setelah mendapat penjelasan dari Ibu Negara bahwa keluarga penjahat itu telah mendapat uang santunan dari negara, Presiden Obahno pun berhenti menangis.

Sebenarnya jawaban Ibu Negara adalah bohong. Tapi untuk membujuk suaminya agar berhenti menangis, tak jarang Ibu Negara memang harus berbohong. Berbohong demi kebaikan!

Negara Nesia adalah negara yang sangat subur. Alamnya banyak memberikan kekayaan. Hal itulah yang menimbulkan rasa iri dari negara-negara lain. Salah satunya adalah negara Isia. Negara ini ingin menguasai negara Nesia. Perdana Menteri Isia kemudian mengirim surat kepada Presiden Nesia. Isinya meminta agar negara Nesia tunduk  kepada negara Isia. Jika tidak, maka negara Isia akan menyerang negara Nesia.

Surat itu tidak mendapat tanggapan dari Presiden Obahno. Perdana Menteri Isia menjadi murka. Dia segera mengirimkan pasukan perangnya untuk menyerang negara Nesia. Perang pun tak terelakkan.

Perang di mana-mana sama. Menimbulkan banyak korban! Ketika mendapat laporan itu, Presiden Obahno menangis tersedu-sedu. Bukan menangisi prajurit-prajurit yang gugur, tapi menangisi keluarga yang ditinggalkannya.

"Maaf Pak, mengenai nasib keluarga para prajurit yang telah gugur, Bapak tidak perlu mencemaskannya, sebab negara telah mengambil kebijakan bahwa mereka mendapat jaminan kesejahteraan selama hidup mereka. Sebab semua prajurit yang gugur dianggap oleh negara sebagai pahlawan," kata Wakil Presiden.

"Tapi apakah keluarga prajurit-prajurit negara Isia juga mendapat perlakuan yang sama?"

"Benar, Pak. Dalam hal ini pemerintah negara Isia juga memiliki kebijakan yang sama dengan negara kita."

Mendengar itu, Presiden Obahno berhenti menangis dan tersenyum lebar. Merasa lega dengan keterangan wakilnya.

Setelah berlangsung selama hampir sebulan, peperangan itu dimenangkan oleh negara Nesia. Untuk itu Presiden Obahno berniat mengadakan pesta. Dalam pesta itu, Presiden Obahno mengundang presiden-presiden dan pembesar-pembesar dari negara lain.

Semua gembira menyambut datangnya pesta itu. Tapi tidak dengan Ibu Negara. Beliau merasa cemas. Dalam pesta itu akan ada sambutan dari Presiden Obahno. Ibu Negara khawatir jika dalam penyambutan itu tiba-tiba Presiden Obahno menangis. Apa kata yang hadir nanti?

"Maaf Bu, menurut saya tidak ada lagi yang perlu ditangiskan oleh Bapak Presiden," kata Wakil Presiden, setelah mengetahui kecemasan Ibu Negara. "Mengenai perang dan akibatnya, bukankah sudah dijelaskan dan Bapak Presiden sudah bisa menerimanya?"

"Saya tahu, Pak. Tapi entah kenapa saya masih merasa cemas."

"Mudah-mudahan apa yang Ibu cemaskan tidak akan terjadi."

Saat pesta yang ditunggu pun tiba dan saatnya Presiden Obahno memberikan kata sambutan, "Hadirin sekalian, saya mengucapkan banyak terima kasih atas kehadirannya. Saat ini adalah saat di mana kita bersenang-senang. Tapi tahukan saudara-saudara bahwa untuk acara semacam ini kita harus kehilangan banyak nyawa? Dan ...," Presiden Obahno tidak meneruskan ucapannya. Bola mata beliau berkaca-kaca, dan sebentar kemudian beliau mulai bercucuran airmata. Presiden Obahno menangis di depan orang banyak!

Ibu Negara buru-buru menghampiri suaminya. "Pak, kenapa menangis? Apa yang ditangisi?"

"Bagaimana aku tidak menangis, sekarang kita bersenang-senang, tapi bagaimana dengan para prajurit yang telah gugur? Tentu mereka sangat kesepian dan menderita di dalam kuburnya."

Ibu Negara sejenak tercenung mendengarnya. Lalu katanya, "Pak, semua prajurit yang telah gugur arwahnya diterima di sisi Tuhan. Jadi sekarang ini mereka tidak sedih, bahkan saat ini mereka lebih bahagia daripada kita ..."

"Benarkah begitu?"

"Benar, Pak. Bukankah itu yang telah diajarkan Tuhan kepada kita? Mereka semua mati syahid ..."

"Oh iya-iya, aku ingat," wajah Presiden Obahno menjadi berseri-seri. Beliau menyeka airmatanya dan kembali meneruskan sambutannya.

Sementara itu, dalam hati semua yang hadir merasa geli sekaligus terharu. Selama ini mereka memang sering mendengar cerita tentang kecengengan Presiden Obahno, tapi baru kali ini mereka melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana presiden yang terkenal itu bercucuran airmata. Mereka sama memuji kelembutan hati Presiden Obahno. Yang sangat memiliki kepedulian, yang jarang dimiliki oleh pemimpin negara lain. (Gambar hanya sebagai ilustrasi dan bukan yang sebenarnya)

Rabu, 17 Juli 2013

Anda Ingin Merasa Geli?

Tersebutlah seorang raja yang sangat senang mendengarkan dongeng. Karena itu, banyak orang berdatangan dari negeri yang jauh, khusus hanya untuk mendongeng bagi Raja. Setelah itu, Raja akan memberi mereka hadiah emas, perak, atau pakaian yang indah-indah.

Pada suatu hari Raja berkata, "Aku ingin salah satu dari kalian mendongeng untukku. Tapi dongeng itu tidak boleh berakhir. Bagi yang bisa akan aku nikahkan dengan putriku dan menjadi raja menggantikan aku kelak. Tapi jika tidak, maka aku akan memasukkannya ke dalam penjara!"

Mendengar perkataan Raja, semua pendongeng berpikir keras untuk membuat dongeng yang tiada akhir.

Suatu hari datanglah seoerang pendongeng menghadap Raja. Katanya, "Baginda, hamba punya dongeng yang tidak ada akhirnya."

Raja tampak gembira. "Oh ya? Cepat dongengkan. Aku ingin mendengarnya!"

Orang itu pun mendongeng sepanjang hari, namun setelah itu selesailah dongengnya. Maka, sesuai pengumuman, dimasukkanlah orang itu ke dalam penjara.

Beberapa hari kemudian, datanglah seorang pendongeng lain. "Baginda yang mulia, hamba akan mendongeng yang tiada akhirnya."

"Apakah kamu yakin dongengmu itu tiada akhirnya?"

"Yakin, Baginda."

Setelah dipersilakan, orang itu pun mulai mendongeng. Ia terus mendongeng tiada henti. Tapi setelah 3 hari, selesailah dongengnya. Orang itu pun akhirnya mengalami nasib yang sama dengan pendongeng sebelumnya.

Beberapa hari setelah itu, datanglah seseorang menghadap Raja dan berkata, "Baginda, hamba punya dongeng yang tiada akhirnya ..."

"Cepat dongengkanlah untukku. Aku ingin mendengarnya," jawab Raja. "Tapi ingat, bila kau tidak memenuhi janji, kau akan dipenjara seperti lainnya."

Maka dengan penuh keyakinan, mendongenglah orang itu. Tapi setelah mendongeng selama seminggu, ternyata dongengnya berakhir. Akhirnya, ia pun dimasukkan ke dalam penjara.

Tak lama kemudian, datang pendongeng lain menghadap Raja. Setelah mendongeng selama 6 bulan, dongengnya pub berakhir. Ia masuk penjara. Pendongeng lainnya pun mengalami nasib yang sama. Setelah mendongeng selama setahun terus menerus, dongengnya berakhir dan ia juga masuk penjara.

Suatu siang, ketika Raja sedang duduk di atas singgasana, datanglah seorang yang bukan pendongeng, melainkan seorang petani. Pengawal istana tidak mengijinkannya masuk. Karena pakaian petani itu sangat kumal. Namun petani itu memaksa dan berkata ingin mendongeng yang tiada akhirnya ...

Raja yang mengetahui keributan itu segera menghampiri mereka. Setelah mendengar penjelasan para pengawal, Raja berkata, "Kamu boleh mendongeng. Tapi ingatlah, jika dongengmu berakhir, kamu akan kumasukkan ke penjara!"

Petani itu mengangguk.

"Baik, dongengkanlah sekarang," titah Raja.

Maka mulailah si petani mendongeng. "Pada jaman dahulu, hiduplah seorang raja yang kejam. Dia suka merampas harta rakyat dan menyiksa mereka tanpa sebab. Kemudian raja itu memerintahkan rakyatnya membangun sebuah lumbung yang besaaar sekali. Besarnya melebihi lapangan kota, bahkan lebih besar lagi. Lumbung itu diisi dengan berbagai macam biji-bijian dan kacang-kacangan. Seperti padi, jagung, kurma, kacang tanah dan sebagainya. Semua itu dikumpulkan dari hasil panen rakyatnya.

Setelah semua dimasukkan, lumbung ditutup seluruhnya tanpa ada pintu atau jendela untuk masuk. Tapi walau semua sudah tertutup rapat, ternyata masih ada satu celah kecil. Celah itu hanya cukup dimasuki oleh seekor semut.

Suatu hari penduduk melihat semut datang berbondong-bondong dari segala penjuru negeri. Dari atas, bawah, utara, selatan, timur, barat, tenggara, barat laut ... Pendeknya semut-semut di negeri itu datang dari segala arah menuju satu tujuan, yaitu lumbung sang raja.

Semut-semut itu berkumpul mengelilingi lumbung. Kemudian seperti telah mendapat pengarahan, masuklah seekor semut ke dalam lumbung melalui celah kecil. Ia lalu keluar sambil membawa satu butir biji-bijian. Lalu disusul oleh seekor semut yang lain, masuk dan keluar membawa satu biji. Masuk lagi seekor semut, keluar membawa satu biji ..."

Demikianlah, petani itu mengulang-ulang kalimat yang sama selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Raja sampai bosan mendengarnya. Karena itu Raja bertanya kepada si petani, "Kemudian apa yang terjadi?"

"Kita harus menyelesaikan semut-semut ini dulu Baginda," jawab si petani, lalu melanjutkan kembali dongengnya. "Masuk lagi seekor semut, keluar membawa satu biji ..." begitu seterusnya.

"Kemudian apa yang terjadi?"

"Sabarlah, Baginda."

Akhirnya Raja merasa lelah mendengar dongeng itu. Katanya, "Cukup, cukup! Aku tidak mau mendengar kelanjutan dongengmu! Dongengmu memang tiada akhirnya!"

Tak lama kemudian Raja mengadakan pesta pernikahan bagi petani dan sang putri. Sekaligus mengangkat petani itu menjadi pengganti Raja. (Dari At Tarbiyah Fil Qishah)

Untung Yang Tidak Buntung

Sejak sebulan lalu Untung dan Ibu tinggal di kota, kerena mengikuti Ayah yang bekerja di sana. Bagi Untung, tinggal di kota ternyata tidak menyenangkan. Tiap hari ke sekolah jalan kaki sejauh 1 km. Capek sekali! Ayah dan Ibu ingin membelikan sepeda, tapi uangnya belum cukup.

Namun ada hal lain yang membuat Untung ingin kembali ke desa, ikut pamannya dan sekolah lagi di sana. Sejak tinggal di kota, Untung merasa namanya sangat jelek. Karena itu teman-temannya suka mengejek. Mereka suka menyebut-nyebut nama Untung. Bukan untuk memanggilnya, melainkan sekedar menggoda Untung dengan namanya,

"Untung kemarin aku belajar, kalau tidak?"

"Sama. Untung kemarin aku tidak jadi nonton film."

"Kita benar-benar untung ya hari ini?"

Itu baru sebagian kecil yang menggoda Untung dengan menggunakan namanya. Ucapan itu sengaja dikeras-keraskan agar Untung mendengar. Untung kesal sekali!

"Biarkan saja. Nanti kalau sudah bosan mereka akan berhenti sendiri," Iwan teman sebangkunya mencoba menghiburnya.

Tapi sampai kapan mereka bosan?

"Tung, Ayah memberi nama Untung, bukan asal memberi. Lama Ayah berpikir sebelum mengambil nama itu. Untung artinya beruntung. Dengan nama itu Ayah berharap hidupmu akan selalu beruntung. Bejo, begitu kata orang Jawa," kata Ayah ketika Untung minta agar namanya diganti.

"Sudahlah, jangan hiraukan teman-temanmu. Ingat Tung, seseorang itu dihargai bukan dari namanya, tapi dari kepandaian dan budi pekertinya ..."

Untung sudah berusaha bersikap seperti yang Ayah katakan. Tapi rasa malu dan rendah diri itu masih saja menghinggapi perasaannya.

"Tung, Untung ...!" terdengar panggilan dari balik pintu kamar. Untung tersadar dari lamunan. Ia bergegas bangkit dari pembaringan dan membuka pintu.

"Ada apa, Yah?"

"Kamu tahu jalan Hayam Wuruk?"

"Kenapa, Yah?"

"Ayah menemukan dompet ini di depan rumah makan Asri. Besok sepulang sekolah antarkan dompet ini kepada pemiliknya. Ayah tidak bisa mengantarkanya sendiri karena pekerjaan Ayah menumpuk. Banyak jahitan yang harus segera diselesaikan. Alamatnya ada di KTP dalam dompet ini. Ingat, jangan sampai isinya berkurang!" Ayah menyerahkan dompet berwarna hitam itu dan berlalu.

Untung melongok isinya. Matanya terbelalak. Selain beberapa surat berharga, dalam dompet itu terdapat berlembar-lembar uang seratus ribuan. Hatinya jadi bersorak gembira.

Begitu menerima dompet ini, pasti pemilinya akan gembira sekali. Sebagai ucapan terima kasih, orang itu tentu akan memberiku hadiah. Jika berupa uang, akan aku gunakan untuk menambah uang Ayah yang kurang buat beli sepeda. Berpikir seperti itu, Untung menjadi bersemangat.

Alamat rumah yang ada di KTP itu adalah sebuah rumah yang megah dan indah. Dari luar pagar nampak seseorang duduk di teras rumah sambil menghisap rokok. Karena pintu pagar terbuka, Untung langsung masuk.

"Pak, saya mau mengembalikan dompet ini," Untung menyodorkan dompet di tangannya. Tak lupa mengatakan bagaimana dompet itu ditemukan.

Sejenak orang itu memeriksa isi dompet. Dia tersenyum. "Terima kasih, ya. Oya, namamu siapa?"

Untung tidak segera menjawab. Ia merasa malu untuk menyebutkan namanya. Tiba-tiba terlintas sebuah nama yang dianggapnya modern dan keren. Rudy! Tapi ketika akan menyebutkan nama itu, ia ingat nasehat Ayah.

"Nama saya ... Un ... Untung, Pak." Orang itu nampak bersikap biasa. Tidak seperti teman-temannya yang selalu merasa geli setiap mendengar nama Untung disebut. "Saya sekolah di SD Sinar Harapan kelas enam."

"Ya, sudah. Terima kasih, ya."

Hanya itu? Untung menunggu sejenak, berharap orang itu memberikan hadiah. Namun Untung hanya bisa gigit jari. Ia pulang dengan kecewa.

Beberapa hari kemudian ...

"Tung, ada yang mencarimu," kata Edy, saat Untung sedang menyapu kelas sebelum bel masuk berbunyi.

"Siapa?"

"Aku tak tahu. Kamu ditunggu di depan pintu halaman sekolah. Orangnya keren, Tung. Pakai dasi dan bawa mobil sedan."

Siapa ya, pikir Untung sambil melangkah.

"Bapak mencari saya?" tanya Untung setelah berhadapan dengan orang yang dimaksud.

"Benar kamu yang bernama Untung?" Orang itu balik bertanya.

"Benar, Pak."

Orang itu tersenyum ramah. "Ini, Bapak mau menyampaikan hadiah buat kamu. Kamu kan yang mengembalikan dompet Bapak tempo hari? Waktu itu yang menerima adik Bapak. Terimalah ini." Orang itu menyodorkan sebuah amplop putih.

Untung mengucapkan terima kasih. Dan setelah orang itu pergi, ia membuka amplop di tangannya. Untung sangat girang. Amplop itu berisi dua lembar uang seratus ribuan! Sebuah sepeda langsung melintas di benaknya.

Ternyata benar. Ayah memberinya nama Untung supaya dia beruntung. Jika saat itu ia menyebutkan nama lain, pasti hari ini ia tidak akan beruntung.

Sekarang Untung tidak perlu merasa malu dengan namanya. Jika ada yang bertanya lagi siapa namanya, dengan tegas ia akan menjawab : Untung!

Jumat, 12 Juli 2013

Puasa Memang Luar Biasa

Perubahan jadwal makan-minum selama berpuasa pun tak luput dari stres. Sebab orang harus menahan lapar dan dahaga seharian. Untungnya hal itu menurut hasil riset hanya memiliki nilai stres 15. Itu ternyata jauh di bawah nilai stres 29 akibat perubahan tanggung jawab dalam pekerjaan, dan nilai stres 53 akibat sakit atau kecelakaan. Dan yang lebih menggembirakan, lantaran baik fisik maupun mentalnya sudah bisa beradaptasi secara mantap.

Karena berpuasa secara teratur mampu mengendalikan stres, maka tak heran bahwa terapi puasa kini berkembang peminatnya dan cukup populer di Eropa dan Amerika. Lantaran berbagai penyakit berat akibat pengaruh stres berkepanjangan bisa dicekal dan dipercepat proses penyembuhannya di samping upaya medis. Di kliniknya dekat Pyrmont, Jerman, Dr  Otto Buchinger dkk telah banyak menyembuhkan pasiennya dengan terapi puasa.

Setelah pasien dirawat secara medis sekitar 2-4 minggu dan berdisiplin puasa, ternyata mereka lebih cepat sehat dan bugar kembali baik fisik maupun mentalnya, juga lebih bergairah hidup. Berbagai penyakit yang sudah dapat disembuhkan antara lain penyakit kardiovaskuler (pembuluh darah dan jantung), ginjal, kanker, hipertensi, depresi, diabetes, insomnia juga mag

Otto bukan satu-satunya ahli yang percaya khasiat puasa bagi kesehatan. Dr Allan Scott MD misalnya. Dengan berpuasa menurut hasil risetnya di USA, terjadi semacam proses pencucian zat-zat sisa dari hasil proses metabolisme (ureum, radikal bebas, lupotuchin dan lain-lain), sehingga puasa dapat menyehatkan baik secara fisik maupun mental, melihat dan merasa lebih muda, membersihkan badan, menurunkan tekanan darah dan kadar lemak, lebih mampu mengendalikan seks, membuat badan sehat dengan sendirinya, mengendalikan ketegangan pikiran, menajamkan fungsi indrawi, memperoleh kemampuan mengendalikan diri sendiri dan memperlambat proses penuaan.

"Puasa juag merupakan cara terbaik menjaga keindahan tubuh." Bagi pendamba kencatikan, biasanya wanita, nasehat ini layak diperhatikan karena keluar dari mulut seorang Direktris Lembaga Makanan Sehat Fultonia di AS, Alvenia M. Fulton. Dari hasil pengamatannya yang alami dapat menormalkan kembali fungsi-fungsi kewanitaan, bahkan membentuk kembali keindahan tubuh.

"Puasa menghasilkan kelembutan, pesona dan daya pikat bagi pelakunya," tandasnya. (Dikutip dari Tabloid Kiat Sehat)

Rabu, 10 Juli 2013

Orgasme Bukan Penyebab Utama Awet Muda

Dr. Muharso, Staf Departemen Kesehatan berpendapat, meski hasil penelitian yang mengatakan bahwa orgasme bikin awet muda memiliki kebenaran, namun korelasi seperti itu tidak bisa dibenarkan begitu saja. "Hal ini didasarkan karena faktor yang menyebabkan seorang awet muda sangat banyak."

Dr. Muharso menegaskan, selama ini hal yang lebih banyak menyebabkan masyarakat awet muda adalah karena mereka mengkonsumsi makanan bergizi, vitamin dan zat penunjang kekuatan tubuh lainnya. Langkah tersebut didukung dengan upaya menikmati hidup dengan baik, tidak banyak beban dan hal yang dipikirkan, serta olahraga teratur."

Diakuinya, bisa saja orgasme yang dialami menyebabkan mereka menjadi awet muda. Hal ini dimungkinkan karena pada waktu gairah seksnya muncul, adrenaline meninggi, kerja jantung lebih bagus dan semua oragan tubuh bekerja baik. "Apalagi bila hal tersebut didukung dengan istri yang lebih muda, selalu nampak cantik dan menggairahkan di matanya."

Dr. Muharso juga menegaskan, sejauh ini di Indonesia belum ada penelitian yang membuktikan bahwa orgasme bisa menjadikan awet muda. Sedang hasil penelitian yang dilakukan di Inggris yang mengatakan bahwa orgasme bikin awet muda, telah menimbulkan pro dan kontra. Lebih-lebih bagi masyarakat Indonesia yang mempunyai dasar keagamaan, tradisi dan budaya yang kuat. "Sebagian besar mungkin tidak memperbolehkan hubungan seks secara berlebihan. Jangankan dengan tindakan, kadang untuk dibicarakan saja hal seperti itu masih ditabukan."

Sementara itu, kalangan akan banyak yang setuju dengan hasil riset tersebut. "Meski demikian, mereka tak begitu saja setuju. Melainkan akan melakukan pengkajian kembali melalui penelitian baru untuk membuktikan kebenarannya."

Dr. Muharso menambahkan, keharmonisan suatu rumah tangga memang tak bisa lepas dari kehidupan seks suami-istri yang sehat dan baik. Sehat dan baik berarti hubungan berjalan dalam intensitas yang berkualitas meski tak harus setiap hari. "Karena itu jika ada yang tidak beres dalam kehidupan seks mereka sebaiknya segera dibicarakan untuk diselesaikan bersama. Tidak usah mencari siapa yang salah atau siapa yang mengakibatkan situasi itu." (Dikutip dari Tabloid Kiat Sehat)

Cara Mengetahui Ikhlas Tidaknya Ibadah Kita

Salah satu syarat utama diterimanya suatu ibadah adalah ikhlas. Dan ikhlas ini adalah suatu yang sebenarnya misteri. Artinya tidak ada seorang pun yang mengetahuinya, kecuali Allah SWT dan ... diri kita sendiri!

Namun ironisnya, dan saya yakin itu, banyak di antara kita yang tidak tahu atau tidak mengerti apakah ibadah yang dilakukan hanya karena Allah SWT atau karena yang lain. Dan khusus bagi mereka yang belum tahu dan mengerti, maka saya menulis tips berikut.

Coba Anda bayangkan bahwa Anda berada di tengah hutan belantara dan hidup seorang diri di sana. Kemudian jika tiba waktunya untuk beribadah, ibadah shalat 5 waktu misalnya, Anda tanyakan kepada hati kecil Anda sendiri apakah diri Anda akan melaksanakan ibadah tersebut ketika tiba waktunya?

Jika hati kecil Anda bilang kurang lebih begini, "Ya akan shalat, shalat kan wajib hukumnya. Meski tidak ada yang tahu, Allah kan maha tahu ..." Jika demikian adanya, maka ibadah shalat yang Anda laksanakan di dalam kehidupan bermasyarakat, insya-Allah benar-benar ihklas.

Tapi jika hati kecil Anda bilang kurang lebih begini, "Buat apa shalat, toh tidak ada yang tahu ..." Jika demikian adanya, maka bisa dipastikan, ibadah shalat yang Anda lakukan di tengah masyarakat adalah tidak ikhlas alias bukan karena Allah SWT ...

Sekali lagi, salah satu syarat utama diterimanya ibadah adalah ikhlas. Tapi, terkadang ikhlas itu bagi kita adalah suatu yang sangat berat untuk dipenuhi ... Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan iman, sehingga ibadah-ibadah yang kita lakukan hanya benar-benar mengharap ridho Allah Yang Maha Mengetahui amiiin. 

Selasa, 09 Juli 2013

Meditasi Memang Luar Biasa


Meditasi ternyata tidak hanya untuk menurunkan detak jantung, tekanan darah, menurunkan ketegangan otot serta meningkatkan sistem imunitas tubuh.

Menurut Dr. David Eisnberg dari Harvard Medical School, yang mempelajari meditasi, ternyata terapi memfokuskan pikiran dalam periode tertentu ini, menguntungkan perempuan yang terkena PMS (premenstrual syndrome) atau sindrom menjelang haid.

Dengan menjalani latihan alternatif ini, gejala sakit menjelang haid bisa berkurang hingga 58%. Penelitian lain menyebutkan kalau meditasi bisa menurunkan intensitas hot flashes, yang sering mengganggu perempuan yang telah memasuki menopause.

Selain itu, setelah melakukan penelitian selama 10 minggu dengan program meditasi, olahraga plus perbaikan nutrisi, ternyata meditasi bisa mengurangi rasa cemas, tingkat depresi dan rasa lelah yang biasa dirasakan para wanita yang sulit hamil.

Untuk penderita jantung (arteri koroner), meditasi yang dijalani  setiap hari selama 8 bulan, terbukti bisa meningkatkan kebugarannya hingga 15%. Detak jantung pada penderita jantung ischemic (otot jantung tidak menerima cukup suplai darah), bisa kembali normal setelah meditasi setiap hari selama 4 minggu.

Meningkatkan jumlah sel T-helper (sel imunitas yang berperan menjalankan sistem kekebalan tubuh), meningkatkan aktivitas sel pembunuh alamiah (yang berfungsi membunuh bakteri dan sel-sel kanker), menurunkan aktivitas virus-virus di dalam tubuh serta menurunkan stres, ternyata juga bisa dicapai dengan meditasi.

Jika tertarik mengikuti saran Dr. Einsberg, inilah cara untuk bermeditasi : 1. Duduk atau berbaring dalam posisi yang sekiranya enak dan nyaman, lalu tutup mata. Selanjutnya, fokuskan perhatian. Caranya bisa dengan mengulang kata, suara atau berdoa. Lakukan dengan suara pelan atau berbisik. 2. Cara lain bisa dengan memfokuskan pada gerak nafas.

Memang tidak mudah. Jadi kalau masih belum bisa, coba dan coba lagi! (Dikutip dari Koran Surabaya Post)




Menyambung Rambut? Jangan lakukan!

Seseorang bertanya kepada Rasulullah SAW, "Ya Rasulullah, aku mempunyai seorang pengantin perempuan yang terserang penyakit cacar, sehingga rambutnya rontok, apakah boleh aku menyambungnya?" Rasulullah SAW menjawab, "Allah melaknat penyambung rambut dan wanita yang ingin disambungkan rambutnya." HR. Syaikhain dan Nasai)

Siapa yang sekarang tidak mengenal penyambungan rambut? Selain pemakaian wig yang sudah lama tren, ada lagi jasa untuk menyambung rambut. Jasa ini bisa didapatkan di salon-salon yang memang telah menguasai teknik tersebut. Secara sederhana, caranya yaitu dengan menambahkan rambut lain pada rambut tersebut, sehingga menjadi banyak atau menjadi lebih panjang.

Meski memberi hasil yang bagus, sebaiknya kaum muslim tidak melakukan hal ini karena perbuatan ini dinyatakan sebagai perbuatan haram! Selain didasarkan pada hadis di atas, dapat pula didasarkan pada hukum keharaman rambut palsu. Dalam syariat, rambut palsu hukumnya haram, karena tidak dianggap sebagai rambut, sehingga apabila digunakan untuk berwudu, maka hukum wudunya tidak sah!

Hadis di atas yang mengharamkan tindakan penyambungan rambut, didukung secara mutlak menurut mazhab-mazhab yang kuat. Bahkan jika benda yang digunakan untuk menyambung rambut adalah benda-benda lain seperti wol, kain atau pun benang sutra, semuanya tetap dihukumi haram. Seperti yang tersebut dalam HR Muslim, "Nabi SAW melarang perempuan menyambung rambutnya dengan apa pun."

Ada pendapat yang lain yang tidak kalah menariknya yaitu seperti yang diungkapkan Ahmad dan Alaits, bahwa penyambungan rambut terkandung unsur penipuan dan pemakaian benda yang dipertentangkan kenajisannya.

Namun, di luar semua itu, mengikat rambut dengan benang sutra berwarna atau hiasan lain yang tidak menyerupai rambut yang dimaksudkan hanya sebagai sarana untuk mempercantik para istri bagi suaminya, diperbolehkan. Sepanjang, sekali lagi, bukan dengan cara menyambung rambut. (Dikutip dari Tabloid Nurani/Gambar hanya sebagai ilustrasi dan bukan yang sebenarnya)

Senin, 08 Juli 2013

Organ Intim Bau Bedak

Kanker rahim menduduki salah satu peringkat teratas sebagai penyakit pembawa kematian. Namun, masih bisa dilakukan beberapa tindakan pencegahan. Di antaranya adalah diet rendah lemak dan ... menikah! Serta, jangan lupa rajin untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk pemeriksaan dini.

Diketahui ada beberapa penyebab terjadinya kanker rahim. Di antara sebab-sebab itu bahkan kelihatan sangat sederhana, seperti rokok. Nikotin ternyata meningkatkan reaksi selaput lendir sel tubuh (mukosa, tenggorokan, paru-paru, rahim). Sebab lainnya adalah pemakaian zat antiseptik untuk mencuci alat kelamin. Pemakaian ini bisa membunuh semua jenis kuman termasuk basillus doder lain yang memproduksi asam laktat yang mengatur pH vagina. Tanpa keseimbangan pH ini, akan mengakibatkan tumbuhnya jamur dan bakteri yang justru mengakibatkan tumbuhnya jamur dan bakteri merugikan lainnya.

Kebiasaan menaburkan bedak pada organ intim saat merasa gatal ternyata juga tidak dibenarkan. Penggunaan bedak pada vagina terutama pada wanita yang berusia subur dapat memicu terjadinya kanker ovarium (indung telur). Karena serbuk bedak akan terserap masuk. Serbuk bedak yang masuk akan tertumpuk dan mengendap menjadi benda asing yang merangsang pertumbuhan sel kanker.

Pola makan yang tidak sehat, melakukan hubungan intim pada saat usia sangat muda (di bawah 16 tahun), tidak menikah atau terlambat menikah, ataupun pencegahan kehamilan yang keliru adalah sebeb-sebab lain pemicu sel kanker rahim. Terdapat 3 jenis kanker rahim yang paling sering menyerang kaum wanita. Waspai gejala dan penyebabnya.

1. Kanker Servik
Dapat ditandai dari keputihan yang tidak normal, berlebihan, berbau busuk dan tidak kunjung sembuh.       Gejala lainnya, terjadi pendarahan di luar siklus haid atau setelah melakukan hubungan suami istri. Jika terjadi keluhan semacam ini, secepatnya periksakan diri ke dokter atau sebaiknya melakukan test Pap`s smear bagi wanita yang telah menikah.

2. Kanker Ovarium
Perut terasa penuh, kembung, tidak nyaman, terasa ada benjolan nyeri panggul, adanya gangguan pada saluran pencernaan dan buang air kecil. Pada keadaan yang lebih lanjut dapat terjadi timbunan cairan di rongga perut, sehingga perut membuncit yang disertai sesak nafas. Kanker jenis ini dapat ditemukan lewat pemeriksaan dalam.

3. Kanker Endometrium
Terjadi pendarahan. Karena gejala awalnya terjadi pendarahan, umumnya kanker jenis ini dapat dideteksi pada stadium dini. Pendarahan membuat penderita dengan cepat memeriksakan diri ke dokter. Hal yang biasanya dilakukan adalah USG untuk memeriksa ketebalan dinding endometrium, selanjutnya dilakukan kuret, radiasi atau kemoterapi jika telah positif di temukan kanker. (Dikutip dari Tabloid Nurani)

Masuk Islam Karena Ayat-Ayat Setan

Salah satu tujuan Salman Rusdi membuat buku berjudul Satanic Verses atau yang dikenal dengan Ayat-Ayat Setan adalah agar orang lain di dunia berpaling dari Islam. Tetapi, buku karangannya itu justru membuat Jeffry, warga Pittsburg Pennsylvania, Amerika Serikat, akhirnya masuk Islam.

Terlahir dari keluarga sekuler, membuat Jeffry sama sekali tidak mengenal apa itu Tuhan. Sejak kecil hingga dewasa, dalam keluarganya tidak ada sama sekali pendidikan agama atau ketuhanan. Meski demikian, keluarga Jeffry adalah pemeluk agama Nasrani.

"Meski tidak fanatik dalam menjalankan agama, tetapi mereka menolak dikatakan ateis. Mereka sebenarnya sekuler, tapi tidak mau dikatakan demikian. Itulah kebanyakan orang-orang Amerika," jelas Jeffry, yang kemudian mengubah namanya menjadi Ja`far Kareem setelah masuk Islam.

Jeffry kecil sebenarnya sudah sering diajak sang nenek ke gereja Protestan untuk melakukan kebaktian. Bahkan, secara khusus Jeffry juga pernah mempelajari ilmu agama Nasrani di sebuah sekolah Katolik Roma. "Namun begitu tak sedikit pun saya merasakan kenikmatan dalam menjalani hidup. Terus terang saya tidak menemukan ketenangan dan kedamaian."

Karena tidak mendapatkan apa-apa dari yang dipelajarinya, Jeffry pun akhirnya tumbuh menjadi lelaki dewasa sekuler mengikuti jejak kedua orangtuanya. "Hingga akhirnya lambat laun saya meninggalkan ajaran agama saya dan tidak lalgi ke gereja melakukan kebaktian. Saya akhirnya menjadi pengikut sekuler."

Namun suatu ketika Jeffry juga mendapatkan kejenuhan dari apa yang dijalaninya sehari-hari. Dia mengaku ingin kangen mendapatkan sentuhan spiritual yang selama ini dia tinggalkan. "Dari situlah akhirnya saya mulai  mempelajari ilmu-ilmu agama. Saya mulai mendalami ajaran agama yang ada mulai dari ajaran Islam sampai dengan Budha."

Di perpustakaan kampusnya, Jeffry mulai mempelajari ilmu filsafat dan agama. "Mengapa saya belajar filssafat, karena saya ingin mencari makna hidup. Namun, akhirnya saya mengetahui bahwa ternyata filsafat mempunyai keterbatasan dan tidak dapat memberi saya kepuasan apa-apa. Sejak itu saya ragu filsafat."

Yang menarik, setiap kali Jeffry mempelajari filsafat atau ajaran lain selain Islam, selalu saja terjadi konflik batin dalam dirinya. "Konsep trinitas yang terdapat pada ajaran agama Kristen, misalnya, hanya membuat saya semakin bingun. Konsep yang tidak masuk akal menurut pandangan saya. Dan itu semakin membuat hati saya bingung dan bimbang."

Sebenarnya, ketertarikan Jeffry terhadap Islam dimulai pada saat dia masih duduk di bangku SLTP. Sebab, di sekolahnya saat itu diajarkan tentang materi sejarah Islam. "Anehnya lagi, pada saat saya membaca bukunya Salman Rusdi yaitu Satanic Verses, justru membuat saya makin tertarik untuk mempelajari Islam langsung ke sumber aslinya yaitu Alquran."

Benar juga, begitu dia membaca Alquran terjemahan bahasa Inggris, Jeffry yang saat itu sudah di bangku kuliah malah bertambah yakin kalau Islamlah agama yang paling sempurna. "Dengan adanya dorongan mempelajari Alquran yang terus menerus itu akhirnya saya yakin kalau sebenarnya Islam adalah agama yang paling sempurna yang mengajarkan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam dan manusia dengan makhluk lain."

Begitulah, tpat tanggal 10 September 1999, saat usia Jeffry masih 21 tahun, dia menyatakan pilihannya untuk membaca kalimat sahadat. Dengan demikian, sejak saat itu Jeffry resmi masuk Islam  dan berganti nama menjadi Ja`far Kareem. "Pada saat kuliah, saya banyak mengenal mahasiswa dari mancanegara termasuk Indonesia. Di sinilah saya diajak untuk mempelajari Islam di Ponpes Kejuruan Ummatun Washata di dekat Danau Singkarak Sumatera Barat." Dan setelah mondok di situ, Jeffry menjadi guru bahasa Inggris di Ponpes Darrunnajah Jakarta. (Dikutip dari Tabloid Nurani)