Terjemahan

Senin, 08 Juli 2013

Masuk Islam Karena Ayat-Ayat Setan

Salah satu tujuan Salman Rusdi membuat buku berjudul Satanic Verses atau yang dikenal dengan Ayat-Ayat Setan adalah agar orang lain di dunia berpaling dari Islam. Tetapi, buku karangannya itu justru membuat Jeffry, warga Pittsburg Pennsylvania, Amerika Serikat, akhirnya masuk Islam.

Terlahir dari keluarga sekuler, membuat Jeffry sama sekali tidak mengenal apa itu Tuhan. Sejak kecil hingga dewasa, dalam keluarganya tidak ada sama sekali pendidikan agama atau ketuhanan. Meski demikian, keluarga Jeffry adalah pemeluk agama Nasrani.

"Meski tidak fanatik dalam menjalankan agama, tetapi mereka menolak dikatakan ateis. Mereka sebenarnya sekuler, tapi tidak mau dikatakan demikian. Itulah kebanyakan orang-orang Amerika," jelas Jeffry, yang kemudian mengubah namanya menjadi Ja`far Kareem setelah masuk Islam.

Jeffry kecil sebenarnya sudah sering diajak sang nenek ke gereja Protestan untuk melakukan kebaktian. Bahkan, secara khusus Jeffry juga pernah mempelajari ilmu agama Nasrani di sebuah sekolah Katolik Roma. "Namun begitu tak sedikit pun saya merasakan kenikmatan dalam menjalani hidup. Terus terang saya tidak menemukan ketenangan dan kedamaian."

Karena tidak mendapatkan apa-apa dari yang dipelajarinya, Jeffry pun akhirnya tumbuh menjadi lelaki dewasa sekuler mengikuti jejak kedua orangtuanya. "Hingga akhirnya lambat laun saya meninggalkan ajaran agama saya dan tidak lalgi ke gereja melakukan kebaktian. Saya akhirnya menjadi pengikut sekuler."

Namun suatu ketika Jeffry juga mendapatkan kejenuhan dari apa yang dijalaninya sehari-hari. Dia mengaku ingin kangen mendapatkan sentuhan spiritual yang selama ini dia tinggalkan. "Dari situlah akhirnya saya mulai  mempelajari ilmu-ilmu agama. Saya mulai mendalami ajaran agama yang ada mulai dari ajaran Islam sampai dengan Budha."

Di perpustakaan kampusnya, Jeffry mulai mempelajari ilmu filsafat dan agama. "Mengapa saya belajar filssafat, karena saya ingin mencari makna hidup. Namun, akhirnya saya mengetahui bahwa ternyata filsafat mempunyai keterbatasan dan tidak dapat memberi saya kepuasan apa-apa. Sejak itu saya ragu filsafat."

Yang menarik, setiap kali Jeffry mempelajari filsafat atau ajaran lain selain Islam, selalu saja terjadi konflik batin dalam dirinya. "Konsep trinitas yang terdapat pada ajaran agama Kristen, misalnya, hanya membuat saya semakin bingun. Konsep yang tidak masuk akal menurut pandangan saya. Dan itu semakin membuat hati saya bingung dan bimbang."

Sebenarnya, ketertarikan Jeffry terhadap Islam dimulai pada saat dia masih duduk di bangku SLTP. Sebab, di sekolahnya saat itu diajarkan tentang materi sejarah Islam. "Anehnya lagi, pada saat saya membaca bukunya Salman Rusdi yaitu Satanic Verses, justru membuat saya makin tertarik untuk mempelajari Islam langsung ke sumber aslinya yaitu Alquran."

Benar juga, begitu dia membaca Alquran terjemahan bahasa Inggris, Jeffry yang saat itu sudah di bangku kuliah malah bertambah yakin kalau Islamlah agama yang paling sempurna. "Dengan adanya dorongan mempelajari Alquran yang terus menerus itu akhirnya saya yakin kalau sebenarnya Islam adalah agama yang paling sempurna yang mengajarkan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan alam dan manusia dengan makhluk lain."

Begitulah, tpat tanggal 10 September 1999, saat usia Jeffry masih 21 tahun, dia menyatakan pilihannya untuk membaca kalimat sahadat. Dengan demikian, sejak saat itu Jeffry resmi masuk Islam  dan berganti nama menjadi Ja`far Kareem. "Pada saat kuliah, saya banyak mengenal mahasiswa dari mancanegara termasuk Indonesia. Di sinilah saya diajak untuk mempelajari Islam di Ponpes Kejuruan Ummatun Washata di dekat Danau Singkarak Sumatera Barat." Dan setelah mondok di situ, Jeffry menjadi guru bahasa Inggris di Ponpes Darrunnajah Jakarta. (Dikutip dari Tabloid Nurani)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar