Menurut orang-orang waskita jaman dulu, nasib dan keberuntungan manusia bisa dilihat dari waktu kelahirannya. Jika di Jawa bisa dilihat dari wetonnya, di Eropa bisa dilihat dari zodiaknya dan di Cina bisa dilihat dari Shionya. Sedangkan di jazirah Arab, nasib dan keberuntungan manusia bisa dilihat dari saat ia dilahirkan.
Orang yang dilahirkan di saat shubuh, insya-Allah semua pekerjaannya sukses, bisnisnya besar dan banyak harta.
Hal ini berbeda dengan orang yang dilahirkan pada saat matahari terbit. Ia seorang yang dalam semua hal harus mencari dan dan tidak akan memperoleh, kecuali sekedar apa yang dicarinya itu.
Sementara orang yang dilahirkan pada saat dhuha, diyakini bahwa orang tersebut akan mengalami kesulitan dalam hal rezeki. Ia sulit mendapat rezeki sehingga hidupnya miskin.
Sedangkan orang yang dilahirkan pada saat duhur, ia sangat menonjol di antara keluarganya dan derajatnya tinggi. Orang itu memiliki kehormatan.
Hal serupa juga berlaku untuk orang yang dilahirkan pada saat ashar. Orang yang dilahirkan pada saat ashar adalah orang yang terpelihara, baik dari segi kehormatan maupun rezeki. Ia menjadi orang yang mulia di antara saudara-saudaranya dan bisa menjadi kebanggan keluarga.
Sementara orang yang dilahirkan pada saat maghrib, orangnya kurang stabil. Ia cepat senang, tapi juga cepat sedih dan ia mudah marah. Tapi dalam urusan rezeki, ia tidak akan mengalami masalah.
Adapun orang yang dilahirkan saat isya', ia memliki perangai terpuji. Ia seorang yang pemurah dan pandai menjaga kehormatan dirinya.
Lain lagi orang yang dilahirkan saat akhir malam. Orang yang dilahirkan pada saat itu, adalah orang-orang yang memliki kualitas spiritual yang prima. Orang-orang ini diyakini doanya mudah diterima, senang dan tekun melakukan ibadah.
Namun harus diingat bahwa semua ketentuan itu adalah garis awalnya. Jadi, bisa berubah karena pengaruh lingkungan, pendidikan dan kepercayaan diri. Tapi yang terpenting dan harus diyakini adalah bahwa semuanya itu dalam kekuasaan Tuhan. Jadi, semua yang menentukan adalah Tuhan.
Orang yang dilahirkan di saat shubuh, insya-Allah semua pekerjaannya sukses, bisnisnya besar dan banyak harta.Hal ini berbeda dengan orang yang dilahirkan pada saat matahari terbit. Ia seorang yang dalam semua hal harus mencari dan dan tidak akan memperoleh, kecuali sekedar apa yang dicarinya itu.
Sementara orang yang dilahirkan pada saat dhuha, diyakini bahwa orang tersebut akan mengalami kesulitan dalam hal rezeki. Ia sulit mendapat rezeki sehingga hidupnya miskin.
Sedangkan orang yang dilahirkan pada saat duhur, ia sangat menonjol di antara keluarganya dan derajatnya tinggi. Orang itu memiliki kehormatan.
Hal serupa juga berlaku untuk orang yang dilahirkan pada saat ashar. Orang yang dilahirkan pada saat ashar adalah orang yang terpelihara, baik dari segi kehormatan maupun rezeki. Ia menjadi orang yang mulia di antara saudara-saudaranya dan bisa menjadi kebanggan keluarga.
Sementara orang yang dilahirkan pada saat maghrib, orangnya kurang stabil. Ia cepat senang, tapi juga cepat sedih dan ia mudah marah. Tapi dalam urusan rezeki, ia tidak akan mengalami masalah.
Adapun orang yang dilahirkan saat isya', ia memliki perangai terpuji. Ia seorang yang pemurah dan pandai menjaga kehormatan dirinya.
Lain lagi orang yang dilahirkan saat akhir malam. Orang yang dilahirkan pada saat itu, adalah orang-orang yang memliki kualitas spiritual yang prima. Orang-orang ini diyakini doanya mudah diterima, senang dan tekun melakukan ibadah.
Namun harus diingat bahwa semua ketentuan itu adalah garis awalnya. Jadi, bisa berubah karena pengaruh lingkungan, pendidikan dan kepercayaan diri. Tapi yang terpenting dan harus diyakini adalah bahwa semuanya itu dalam kekuasaan Tuhan. Jadi, semua yang menentukan adalah Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar