Meditasi ternyata tidak hanya untuk menurunkan detak jantung, tekanan darah, menurunkan ketegangan otot serta meningkatkan sistem imunitas tubuh.
Menurut Dr. David Eisnberg dari Harvard Medical School, yang mempelajari meditasi, ternyata terapi memfokuskan pikiran dalam periode tertentu ini, menguntungkan perempuan yang terkena PMS (premenstrual syndrome) atau sindrom menjelang haid.
Dengan menjalani latihan alternatif ini, gejala sakit menjelang haid bisa berkurang hingga 58%. Penelitian lain menyebutkan kalau meditasi bisa menurunkan intensitas hot flashes, yang sering mengganggu perempuan yang telah memasuki menopause.
Selain itu, setelah melakukan penelitian selama 10 minggu dengan program meditasi, olahraga plus perbaikan nutrisi, ternyata meditasi bisa mengurangi rasa cemas, tingkat depresi dan rasa lelah yang biasa dirasakan para wanita yang sulit hamil.
Untuk penderita jantung (arteri koroner), meditasi yang dijalani setiap hari selama 8 bulan, terbukti bisa meningkatkan kebugarannya hingga 15%. Detak jantung pada penderita jantung ischemic (otot jantung tidak menerima cukup suplai darah), bisa kembali normal setelah meditasi setiap hari selama 4 minggu.
Meningkatkan jumlah sel T-helper (sel imunitas yang berperan menjalankan sistem kekebalan tubuh), meningkatkan aktivitas sel pembunuh alamiah (yang berfungsi membunuh bakteri dan sel-sel kanker), menurunkan aktivitas virus-virus di dalam tubuh serta menurunkan stres, ternyata juga bisa dicapai dengan meditasi.
Jika tertarik mengikuti saran Dr. Einsberg, inilah cara untuk bermeditasi : 1. Duduk atau berbaring dalam posisi yang sekiranya enak dan nyaman, lalu tutup mata. Selanjutnya, fokuskan perhatian. Caranya bisa dengan mengulang kata, suara atau berdoa. Lakukan dengan suara pelan atau berbisik. 2. Cara lain bisa dengan memfokuskan pada gerak nafas.
Memang tidak mudah. Jadi kalau masih belum bisa, coba dan coba lagi! (Dikutip dari Koran Surabaya Post)
Menurut Dr. David Eisnberg dari Harvard Medical School, yang mempelajari meditasi, ternyata terapi memfokuskan pikiran dalam periode tertentu ini, menguntungkan perempuan yang terkena PMS (premenstrual syndrome) atau sindrom menjelang haid.
Dengan menjalani latihan alternatif ini, gejala sakit menjelang haid bisa berkurang hingga 58%. Penelitian lain menyebutkan kalau meditasi bisa menurunkan intensitas hot flashes, yang sering mengganggu perempuan yang telah memasuki menopause.
Selain itu, setelah melakukan penelitian selama 10 minggu dengan program meditasi, olahraga plus perbaikan nutrisi, ternyata meditasi bisa mengurangi rasa cemas, tingkat depresi dan rasa lelah yang biasa dirasakan para wanita yang sulit hamil.
Untuk penderita jantung (arteri koroner), meditasi yang dijalani setiap hari selama 8 bulan, terbukti bisa meningkatkan kebugarannya hingga 15%. Detak jantung pada penderita jantung ischemic (otot jantung tidak menerima cukup suplai darah), bisa kembali normal setelah meditasi setiap hari selama 4 minggu.
Meningkatkan jumlah sel T-helper (sel imunitas yang berperan menjalankan sistem kekebalan tubuh), meningkatkan aktivitas sel pembunuh alamiah (yang berfungsi membunuh bakteri dan sel-sel kanker), menurunkan aktivitas virus-virus di dalam tubuh serta menurunkan stres, ternyata juga bisa dicapai dengan meditasi.
Jika tertarik mengikuti saran Dr. Einsberg, inilah cara untuk bermeditasi : 1. Duduk atau berbaring dalam posisi yang sekiranya enak dan nyaman, lalu tutup mata. Selanjutnya, fokuskan perhatian. Caranya bisa dengan mengulang kata, suara atau berdoa. Lakukan dengan suara pelan atau berbisik. 2. Cara lain bisa dengan memfokuskan pada gerak nafas.
Memang tidak mudah. Jadi kalau masih belum bisa, coba dan coba lagi! (Dikutip dari Koran Surabaya Post)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar