Kanker rahim menduduki salah satu peringkat teratas sebagai penyakit pembawa kematian. Namun, masih bisa dilakukan beberapa tindakan pencegahan. Di antaranya adalah diet rendah lemak dan ... menikah! Serta, jangan lupa rajin untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk pemeriksaan dini.
Diketahui ada beberapa penyebab terjadinya kanker rahim. Di antara sebab-sebab itu bahkan kelihatan sangat sederhana, seperti rokok. Nikotin ternyata meningkatkan reaksi selaput lendir sel tubuh (mukosa, tenggorokan, paru-paru, rahim). Sebab lainnya adalah pemakaian zat antiseptik untuk mencuci alat kelamin. Pemakaian ini bisa membunuh semua jenis kuman termasuk basillus doder lain yang memproduksi asam laktat yang mengatur pH vagina. Tanpa keseimbangan pH ini, akan mengakibatkan tumbuhnya jamur dan bakteri yang justru mengakibatkan tumbuhnya jamur dan bakteri merugikan lainnya.
Kebiasaan menaburkan bedak pada organ intim saat merasa gatal ternyata juga tidak dibenarkan. Penggunaan bedak pada vagina terutama pada wanita yang berusia subur dapat memicu terjadinya kanker ovarium (indung telur). Karena serbuk bedak akan terserap masuk. Serbuk bedak yang masuk akan tertumpuk dan mengendap menjadi benda asing yang merangsang pertumbuhan sel kanker.
Pola makan yang tidak sehat, melakukan hubungan intim pada saat usia sangat muda (di bawah 16 tahun), tidak menikah atau terlambat menikah, ataupun pencegahan kehamilan yang keliru adalah sebeb-sebab lain pemicu sel kanker rahim. Terdapat 3 jenis kanker rahim yang paling sering menyerang kaum wanita. Waspai gejala dan penyebabnya.
1. Kanker Servik
Dapat ditandai dari keputihan yang tidak normal, berlebihan, berbau busuk dan tidak kunjung sembuh. Gejala lainnya, terjadi pendarahan di luar siklus haid atau setelah melakukan hubungan suami istri. Jika terjadi keluhan semacam ini, secepatnya periksakan diri ke dokter atau sebaiknya melakukan test Pap`s smear bagi wanita yang telah menikah.
2. Kanker Ovarium
Perut terasa penuh, kembung, tidak nyaman, terasa ada benjolan nyeri panggul, adanya gangguan pada saluran pencernaan dan buang air kecil. Pada keadaan yang lebih lanjut dapat terjadi timbunan cairan di rongga perut, sehingga perut membuncit yang disertai sesak nafas. Kanker jenis ini dapat ditemukan lewat pemeriksaan dalam.
3. Kanker Endometrium
Terjadi pendarahan. Karena gejala awalnya terjadi pendarahan, umumnya kanker jenis ini dapat dideteksi pada stadium dini. Pendarahan membuat penderita dengan cepat memeriksakan diri ke dokter. Hal yang biasanya dilakukan adalah USG untuk memeriksa ketebalan dinding endometrium, selanjutnya dilakukan kuret, radiasi atau kemoterapi jika telah positif di temukan kanker. (Dikutip dari Tabloid Nurani)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar